Sabtu, 16 September 2017

Menjadi Manfaat



Sebagai makhluk sosial, sampeyan tahu, tidak mudah untuk melakukan segala sesuatu sendirian. Semua saling membutuhkan. Semua saling memanfaatkan. Dan kita, sadar atau tidak, memiliki kaitan dengan orang lain dan apapun itu, kita tak tisa menentukannya dan menolaknya. Itu seperti hukum alamiah dan akan tetap berlanjut hingga cucu ketujuh kita lahir atau mungkin sampai akhir zaman.

Kamis, 07 September 2017

Kenapa Aku Menyukaimu

Suatu senja,
Tiba tiba saja kau bertanya
Kenapa aku menyukaimu
Aku kebingungan
Lidahku kaku membisu

Ada banyak sekali, kau tahu,
Tatapan sinismu ketika kugoda
Senyum malumu ketika kurayu
Diam marahmu ketika aku salah
Dan hal hal sepele lainnya

Tapi aku diam
Membiarkanmu menebak menerka
Sementara aku sibuk mengagumimu
Terhanyut dalam sendu suasana

Kau tahu, tak semua pertanyaan butuh jawaban
Beberapa hanya perlu perhatian
Hanya perlu dianggap ada
Dan biarkan semua berjalan apa adanya.

Kembali Senyap

Dan semuanya terjadi begitu saja
Tanpa tanda-tanda
Lenyap dan kembali senyap
Meninggalkan luka yang membekas
Yang menyiksa tiap malam

Senja tak lagi indah
Hanya sekedar jingga tanpa makna
Tak ada tawa dan canda kita
Semua menjadi gelap begitu saja
Bersamaan dengan segala kenangan kita

Tak ada penyesalan
Yang ada hanya kekecewaan
Setelah apa apa yang telah kita lalui
Dan kau pergi menjauh
Meninggalkan pilu

Bagaimanapun, hidup terus berlanjut
Walau sayatan masih terasa
Berdenyut-denyut
 Tapi, ya sudahlah
Sampai jumpa


Baca Puisi Lainnya

Jumat, 01 September 2017

Haji Di Depan Nama


Original photo from islamiclandmarks.com

Sebelumnya, agar terlihat normal, izinkan saya untuk mengucapkan selamat hari raya idul adha bagi teman-teman sekalian yang tengah bergelut dengan hewan kurban. Hari ini akan menjadi hari yang melelahkan dan tentu saja penuh berkah. Selain kurban, idul adha juga berhubungan erat dengan ibadah haji. Jadi, selamat pada siapapun yang mendapat kesempatan beribadah di Tanah Suci. Dan mari kita berdoa supaya kita, yang ingin pula pergi ke sana namun masih belum menemukan waktu atau kendala lainnya,  bisa berkunjung ke Baitullah suatu saat nanti. Mungkin bersama keluarga besar atau tetangga atau kekasih, siapapun. Semoga saja. Ada amin?

Alih-alih berbicara mengenai hal-hal berbau kurban, saya ingin membahas mengenai ibadah haji. Maka, jika sampeyan sudah mempunyai firasat buruk tentang hal-hal sensitif menyangkut agama, sebaiknya sampeyan berhenti sampai di sini dan melanjutkan hidup. Takutnya, amarah akan menguasai diri sampeyan sebelum memikirkan kembali apa yang sebenarnya ingin saya sampaikan. Karena saya tidak mau dituduh menistakan agama lalu didemo oleh golongan tertentu.

Oke. Bismillah.

Kamis, 31 Agustus 2017

FIKSI MINI: Berkurban

Rumah itu ramai dikelilingi orang-orang, namun tak seorangpun tahu apa yang sebenarnya terjadi. Desas-desus menyebar dan cepat sekali membuat suasana semakin ganjil. Tak lama kemudian, si pemilik rumah, seorang ibu paruh baya dengan rambut sedikit awut-awutan keluar bersama dua orang laki-laki, masing-masing memegang kedua tangan si pemilik rumah.

"Kenapa kalian membawaku pergi? Aku belum selesai," Teriak perempuan itu sambil meronta-ronta. "Aku hanya ingin berkurban!"

Setelah perempuan itu dibawa pergi, kerabatnya memberikan penjelasan pada orang-orang yang masih enggan meninggalkan rumahnya.

"Ia hanya ingin berkurban, itu saja." Jelasnya. "Hanya saja, apa yang telah ia lakukan adalah salah adanya."

"Kenapa begitu?"

"Karena ia mengurbankan anaknya sendiri."

Orang-orang semakin riuh dan beberapa diantaranya mengernyitkan dahi hingga kedua alis saling beradu.

Kembali ia melanjutkan, "Ia berharap Tuhan akan menggantinya dengan seekor domba atau lembu atau apapun. Seperti cerita jaman dulu. Nyatanya tidak, anaknya meninggal dengan gorokan di leher dan kepalanya hampir putus."


Baca Juga:

Sabtu, 19 Agustus 2017

Yang Akan Dikenang



Dengan ini saya ucapkan terima kasih pada semua teman-teman yang sudah membantu segala persiapan untuk fundance. Yang rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran demi kesuksesan penampilan kami.

Minggu, 13 Agustus 2017

Moto GP, Rossi, dan Komitmen



Kebetulan sekali, tadi saya melihat sepintas acara balap liar motor di televisi dan seketika otak saya penuh dengan ide untuk menulis. Terima kasih Tuhan. Benar kata orang, inspirasi ada dimana-mana, sayangnya kepekaan tiap orang berbeda-beda dan sebagaimana keahlian lain, perlu latihan untuk menjadi cakap.


Dulu, sewaktu di desa, acara olahraga yang paling sering saya tonton di televisi adalah Moto GP—tapi, terus terang saya masih bingung kenapa moto gp digolongkan dalam suatu olahraga, atau mungkin hanya saja yang salah dengar—selain bulutangkis dan sepak bola, tentunya.