Selasa, 25 Juli 2017

Sebelum Bunuh Diri



Ada lebih dari 7 miliar umat manusia, setidaknya yang hidup di planet ini,  dan kebanyakan dari mereka memiliki cara yang sama untuk merasa. Dan itu membuka kemungkinan yang sangat besar bahwa masalah yang kita hadapi juga, sebenarnya, telah atau sedang dirasakan oleh orang lain di belahan bumi jauh dari kita. Kita selalu membesar-besarkan masalah, padahal bagi orang lain, bisa jadi, itu hanya perkara sepele dan tak perlu dipusingkan apalagi membuat kita berpikiran untuk bunuh diri. Mungkin diam-diam mereka, orang-orang yang tabah ketika mendapat musibah, menertawai kita yang dengan mudahnya mengeluh mengharu biru.

Jumat, 21 Juli 2017

Perundungan dan Yang Seharusnya Disalahkan



Original picture from secureTeen

Ketika masih di madrasah, saya punya seorang teman yang senang sekali menjahili teman lainnya, seolah-olah dialah yang berkuasa. Dan saya, juga teman-teman lainnya, beberapa kali terkena ulahnya. Salah satu yang paling saya ingat, karena paling absurd, adalah ketika ia menanyai hampir seluruh laki-laki di kelas kami, apa kami punya tahi lalat—maksud saya adalah noda hitam kecil yang biasa terletak di tangan maupun kaki atau bagian lainnya, bukan yang timbul seperti jerawat. Ketika kami mengatakan iya, kemudian ia menyuruh kami menunjukkan letaknya lalu seolah tanpa dosa, ia memencet tahi lalat itu dengan bolpoin, seperti ketika menyuntik, dan baru berhenti ketika kami berteriak kesakitan.

Selasa, 18 Juli 2017

Abadi Dalam Perih

Yang lalu lalang akan hilang
Melayang ke entah berantah
Resah gelisah tertinggal di dada
Dalam duka dan sedikit amarah

Yang sekejap akan lenyap
Sampai perih menusuk hati
Timbul tanya kenapa aku terjatuh
Jauh, jauh ke dalam tatapanmu
Dan berakhir menjadi abu

Tertiup aku goyah
Sesal memilih salah
Mati hanyalah mati
Abadi dalam pedih
Sekian dan terima kasih

Baca Juga:  Perpisahan Baik-Baik

Rabu, 12 Juli 2017

Lembayung Senja



Termangu-mangu ia menunggu senja. Ditaruhnya harap ingin jumpa dan menyapa, lantas basa-basi bertanya kabar maupun bagaimana hari berjalan. Penuh sesak dadanya akan urusan dunia. Masalah keluarga, teman-temanya dan tentu saja, kisah cinta. Dan di sanalah, di tepi geladak pelabuhan yang tua dimakan lumut, ia duduk memandang laut menunggu datangnya lembayung senja. Kau tahu, senja selalu menerimamu apa adanya dan cahaya jingga darinya serta hembus angin sore akan memberimu ketenangan, membuatmu merasa nyaman.

Kamis, 06 Juli 2017

Dasar Ndeso




Akan selalu ada keresahan di sekitar kita dan kabar buruknya, meski tak diharapkan, hal-hal itu tetap bermunculan mungkin hingga cucu ketiga kita lahir. Maksud saya, sampeyan tidak bisa menghentikan tingkah laku teman sampeyan yang kadang kala sangat menjengkelkan: senang mengejek nama orang tua teman lainnya, membuat lelucon dari hal-hal SARA, atau mungkin kebiasaan tetangga sampeyan yang memutar music begitu kencang sehingga menggagu jam tidur di malam hari. 

Rabu, 05 Juli 2017

Teman-Teman Pertama



Di sela-sela usaha mencari sinyal ketika di desa, sebuah pesan muncul, seorang teman mengabarkan bahwa akan diadakan acara halal bihalal dan reuni alumni SD saya dulu. Saya tak begitu kaget karena memang acara semacam itu rutin diadakan tiap tahun dan saya juga rutin tidak menghadirinya. Bukannya tak mau, tapi dalam beberapa kesempatan, saya tidak bisa hadir karena harus menjaga adik yang masih kecil di rumah. Bahkan suatu waktu ada yang datang menjemput dan terpaksa saya menolaknya. 

Sabtu, 24 Juni 2017

Tak Ada Yang Suci



Jika sampeyan tidak tinggal di sebuah desa kecil di suriname atau sedang bermukim di pegunungan Himalaya dan bisa membaca kalimat yang saya tulis, kemungkinan besar kita akan bersama-sama merayakan hari kemenangan esok hari. Itupun kalau sampeyan sependapat dengan keputusan pemerintah. Maksud saya, mungkin ada yang telah atau bahkan masih menunggu lebih lama untuk mengumandangkan takbir dan tetap melanjutkan tarawih malam ini. Bagaimanapun juga, kita akan mencapai kemenangan, mungkin dengan jalan yang berbeda, tapi pastilah sampai.