Sabtu, 09 Juni 2018

Kalau Ada Salah


Lebaran sebentar lagi dan semoga setiap kita yang mengharap bertemu dengan hari kemenangan, akan benar-benar sampai untuk merayakannya bersama keluarga besar, baik yang mudik ke kampung halaman atau hanya menetap di tempat. Walau kita seharusnya sedih karena Ramadan telah usai, karena tak ada jaminan kita akan berjumpa lagi tahun depan, meski begitu sebagai manusia yang banyak khilaf toh tak apa sedikit bersuka cita barang sehari atau dua hari. Dengan catatan segala sesuatu yang kita dapatkan selama sebulan penuh melawan nafsu bisa benar-benar kita terapkan di bulan-bulan selanjutnya. Semoga kita salah satu hamba-Nya yang berhasil.

Rabu, 06 Juni 2018

Suara Dalam Pelecehan Seksual


Sexual harassment (pelecehan seksual) sedang ramai di dunia maya dan lama-kelamaan saya resah dan ingin menuliskan atau menyuarakan pendapat saya, bukan sebagai pelaku atau korban—jangan sampai, tapi sebagai orang awam yang berusaha seobjektif mungkin dalam menyampaikan fakta-fakta serta opini saya. Maka, jika ada kesalahan atau kekeliruan, silakan perbaiki atau benarkan, karena di sini kita sedang berdiskusi layaknya teman lama yang bertemu kembali. Tak ada maksud menggurui atau menyudutkan, semua atas dasar keresahan.

Minggu, 27 Mei 2018

Pendukung Seutuhnya


Tadi malam adalah final liga champions yang mempertemukan Liverpool dan Real Madrid. Sama-sama klub yang luar biasa yang juga punya pendukung fanatik di seluruh dunia. Maka, bisa dibilang, pertandingan tersebut adalah salah satu pertandingan yang paling bergengsi dan penuh bintang tahun ini. Tapi, sebagaimana pertandingan-pertandingan umumnya di kompetisi lain, apapaun itu, apalagi di partai final, tentulah harus ada yang menang dan kalah. Dan tadi malam, publik Liverpool harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 1-3, serta kemenangan tersebut mengantarkan Real Madrid menjadi juara UCL yang ke-13 dan menjadi klub pertama yang menjuarai ajang tersebut tiga tahun beruntun. Luar biasa.

Sabtu, 26 Mei 2018

Asal Halal

Semoga diberi kemudahan:) Sumber: twitter @AfifFuadS

Saya rasa setiap kalian setuju kalau saya mengatakan bahwa dunia ini adalah sebuah arena tarung, dimana tak peduli dari mana kita berasal, latar belakang, atau mungkin faktor keturunan, tak mampu berbuat banyak dalam menjamin kelangsungan hidup kita kelak. Semua tergantung pada keinginan, perjuangan, dan pengorbanan kita. Dan tentu saja, nasib.

Sabtu, 19 Mei 2018

Universe Goes to Ngayogyakarta Part 4: Hmm Yummy dan Tragedi Kram


Cerita sebelumnya: Universe Goes to Ngayogyakarta
Pertunjukkan selesai dan syukur penampilan kelas berjalan dengan cukup baik. Selanjutnya ada acara semacam penghormatan pada guru-guru yang telah mengajar kami, dengan memberikan beberapa bunga. Sebelum itu, di proyektor dekat panggung, sebuah video tentang sekolah ditampilkan. Beberapa siswa dan guru mendapat jatah untuk menyampaikan kesan dan pesan. Saya sendiri Alhamdulillah, tidak ada di video tersebut. Setelah penayangan video, acara pemberian bunga dimulai kemudian lagu milik Ipang berjudul Sahabat Kecil diputar. Suasana riuh, sedih, dan teletubbies. Berpelukan maksud saya. 

Rabu, 16 Mei 2018

Kenapa Saya Enggan Memelihara Hewan


How cute! Sumber: amazine.co

Mari berdiskusi. Kalian tak harus sepaham, saya takkan memaksa, dan semuanya akan baik-baik saja nantinya. Sebab kebanyakan masalah yang terjadi saat ini berakar pada perbedaan pendapat dan pihak-pihak yang berseteru memaksa lawannya untuk menyetujui pendapatnya, begitupun sebaliknya. Padahal, seperti yang dikatakan Albert Einstein, yang menyinggung teori relativitasnya, bahwa satu-satunya yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian. Jadi, semua tak mutlak. Begitupun pendapat tersebut, kalian bisa membantahnya atau menerimanya dengan lapang dada dan hidup kalian akan berjalan seperti biasa.

Senin, 14 Mei 2018

[Cerpen] Kunang-Kunang dan Akhir Bahagia


Semesta sedang mengejekku. Tak ada senja kali ini, tapi itu bukan alasan kenapa aku telah menghabiskan dua gelas kopi dan beberapa batang rokok dalam beberapa jam belakangan. Ada sesuatu yang lebih serius, bahwa hari ini aku baru saja dipecat dari pekerjaanku, tepat di hari yang sama kucing peliharaanku meninggal terlindas motor di jalan depan tempat tinggalku, dan memang pantas kulampiaskan segala rasa susah dan resah di sini, di kedai kopi dekat perempatan yang ramai pengunjung namun sepi dari hingar bingar dunia. Tak ada tawa atau ceria yang terdengar dari masing-masing orang yang memutuskan untuk duduk dan minum kopi di sini. Wajah-wajah mereka murung, beberapa terlihat melamun, membuang pandangan ke luar kedai, kepada lalu lintas yang acuh. Kedai ini seperti tempat pelarian bagi orang-orang yang kesal dengan dunia dan perlu tempat untuk merenung. Karena, sejauh ini, itulah yang bisa kuamati. Dan aku, seperti yang kau tahu, adalah bagian dari mereka.