Sabtu, 24 September 2016

[REKAP] Tahun Pertama di SMA



Sekarang sudah tanggal 24 dan saya baru mempublikasikan satu tulisan. Ada dua alasan. Pertama, banyak sekali tugas yang harus saya selesaikan secepatnya, percayalah, itu hanya sebuah pembelaan, dan yang kedua adalah malas. Sebenarnya ada beberapa bayang-bayang mengenai sesuatu yang akan saya tulis, tapi rasanya tidur lebih menyenangkan ketimbang duduk di depan monitor dan mengerahkan segala kemampuan untuk menulis kata demi kata—saya tahu itu berlebihan, yang belum tentu dibaca banyak orang. 

Sabtu, 03 September 2016

U N I V E R S E



Dinding belakang kelas

Saya punya kabar yang akan membuat sampeyan menyesal telah mengetahuinya, karena itu tidak berdampak sama sekali pada kehidupan sampeyan. Saya bisa mengatakan bahwa hidup kalian terlalu membosankan dan kacau sehingga memutuskan untuk berkunjung di blog ini, bukannya bersenang-senang demi kepuasan duniawi, dan itu sesuatu yang membanggakan bagi saya. Karena tanpa kalian, hanya sanak famili saya saja yang mampir.


Kamis, 25 Agustus 2016

Ngantin itu Tidak Penting



Bukan karena saya tidak diberi uang jajan oleh tua, bukan juga karena takut ditagih untuk membayar hutang—saya belum pernah mengutang untuk membeli sesuatu dikantin, tapi saya jarang sekali pergi ke kantin atau di sekolah saya lebih dikenal dengan sebutan pujasera. Bukan apa-apa, waktu saya terlalu berharga untuk dihabiskan pada sesuatu yang tidak terlalu penting. 

Sabtu, 20 Agustus 2016

SHIT Exhibition 2016: Foto-foto dan Video



Bukannya ingin memaksa, tapi ada baiknya kalau sampeyan membaca beberapa tulisan sebelumnya di SHIT Exhibition 2016 di situ ada 4 tulisan dan semuanya saling berkaitan.

Di tulisan sebelumnya saya sempat menyebtkan bahwa akan ada dua postingan lagi mengenai pameran kelas kami—satu foto-foto teman sekelas dan video, dan yang kedua foto-foto pengunjung— tapi dengan sangat menyesal, saya akan menjadikannya satu tulisan saja. Jadi, jika sampeyan memutuskan untuk meneruskan membaca atau sekedar melihat-lihat ke bawah, wajah teman-teman saya dan tentu saja saya sendiri yang akan sampeyan lihat.

Kamis, 18 Agustus 2016

[CERPEN] Demi Angka

AKU datang pukul tujuh pagi dan ruang ujian masih terkunci. Kulihat seseorang berkeliling dengan membawa sapu dan berhenti di setiap pintu ruangan ujian, untuk memastikan kembali bahwa semua pintu telah benar-benar terkunci. Ia sadar betul tanggung jawabnya sebagai penjaga sekolah, begitu pun dengan risiko apabila ada sesuatu yang berjalan tidak berjalan sesuai rencana.

Namanya Pak Soleh, umurnya sekitar 50 tahun dan ia selalu mengenakan peci hitam, yang sudah memudar warnanya di beberapa sisinya, kemanapun ia pergi. Aku sering bercakap dengannya sewaktu menunggu jemputan. Dan dengan itu, aku mengetahui beberapa informasi mengenainya. Bahwa dulu ia juga bersekolah di sekolah ini dan sering bermain di pohon mangga di area belakang sekolah, yang kini telah menjadi kantin. Ia seperti legenda hidup sekolah. Ia paham betul seluk-beluk sejarah sekolah ini berdiri.


Kamis, 04 Agustus 2016

Menyalahkan vs Membenarkan



Source: light-core.com

Tadinya saya ingin mengambil contoh mengenai mantan ketua DPR kita yang kedapatan menyalahgunakan kekuasaan. Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka, ia masih menjabat sebagai ketua dan terus-terusan mengelak mengenai berita buruk tentangnya. Hanya saja, saya kurang ingat persis permasalahannya seperti apa, jadi daripada ada pihak yang tersinggung, sebaiknya kita mencari contoh yang lain dan sepertinya hampir semuanya pernah merasakannya.