Kamis, 25 Mei 2017

Teroris dan Rasa Kemanusiaan


Ada yang ingin hidup damai dalam perbedaan dan, sialnya, ada sekelompok orang yang lebih senang melihat dunia yang kacau dan hidup dalam kekhawatiran. Mungkin mereka sedang punya masalah, mungkin diantaranya mengalami gangguan jiwa, saya tidak tahu. Yang saya tahu pasti adalah berita-berita tentang pengeboman, ancaman-ancaman penyerangan dan korban-korban jiwa yang harus meninggal dengan cara yang tidak seorang pun mau, kecuali ia memang benar-benar hilang akal.


Setelah serenteran peristiwa teror, wajarnya kita akan panik, kita akan ketakutan dan akhirnya kita sampai di titik dimana kita merasa terteror. Jika demikian, artinya kita kalah dan mereka, teroris-teroris itu, akan merasa menang dan mengklaim tujuannya telah terpenuhi, yakni menyebar teror. 

Jumat, 19 Mei 2017

Apa Salah Teman-Teman Autis?



Setiap hal pasti ada sebab. Ada aksi timbul reaksi, seperti hukum newton ketiga. Dan satu-satunya alasan yang saya punya ketika ditanya kenapa tiba-tiba menulis tentang autis adalah fidget spinner. Agak membingungkan, saya tahu, itulah kenapa sampeyan harus melanjutkan membaca.

Katakanlah

Katakanlah kata kata dapat mengikat,
Saat ini pasti kau di sini,
Menemani dalam sunyi,
Tapi kau tidak.

Katakanlah senyum dapat merayu,
Hangat peluk pasti kau rasa,
Menjagamu melawan dingin malam,
Tapi kau tidak.

Katakanlah kasih dan sayang,
Di situlah aku berada,
Berdiri sendiri,
Penuh asa,
Menunggumu.

Katakanlah uang memberimu tenang,
Bukan kasih maupun sayang,
Maka aku akan hilang,
Lenyap.

Karna cinta yang bisa dibeli tak pantas untuk dimiliki.

Minggu, 14 Mei 2017

Adili Ahok


Original picture from kompas.com

Beberapa hari saya tidak membuka twitter, tempat dimana kabar baik, buruk, bahkan hoax sekalipun berkeliaran tanpa tahu darimana asalnya. Semua orang terlihat cerdas dan tahu akan segala hal. Sebagian orang-orang yang saya ikuti, atau mungkin saya juga, juga demikian. Musim politik, ia menjadi ahli politik. Musim festival film, ia seketika menjadi kritikus bermulut pedas. Lain halnya dengan musim rambutan, mangga dan buah-buahan lainnya.

Kamis, 11 Mei 2017

Show, Don't Tell


Selalu ada rahasia dalam setiap hal dan saya sangat penasaran bagaimana nama-nama besar dalam dunia kepenulisan dapat menghasilkan tulisan atau cerita yang menarik dan bisa menghanyutkan pembacanya. Dorongan itu membuat saya ingin mencari-cari jawabannya, yang mana salah satu cara yang saya lakukan adalah membaca buku-buku tentang menulis. Karena, sampeyan tahu, merangkai kata demi kata di tiap paragraf itu bukan hal yang mudah. Saya tidak mengada-ada dan, saya yakin, sampeyan punya waktu untuk membuktikannya sendiri. Tulisan yang saya maksud adalah tulisan yang menyenangkan untuk terus diikuti dan mudah dipahami tanpa menambah beban pikiran pembacanya akan keruwetan yang ada. Berbagai macam buku tentang menulis yang ditulis oleh orang-orang yang berbeda sudah saya baca dan dari sekian banyak anjuran yang saya dapat, salah satu yang paling saya ingat adalah show don’t tell.

Dalam Puisi


Senja,
membalut pedih mengobati perih

Hujan,
mengiringi duka melampiaskan air mata

Sepi,
mencabik hati hingga mati

Rindu,
mengacau malam membuatnya kelam

Jarak,
memisah rasa memantik prasangka

Dan kamu,
Sebab dari tiap bait yang tertulis
Senyummu, tatapanmu, tingkahmu dan yang lainnya
Tiada habis cara mengindahkanmu
Walau aku hanya angin lalu, yang tak mampu memilikimu utuh

12.03, 4.30.17

Sabtu, 29 April 2017

Akhir Bahagia



Sadar atau tidak, kita sedang hidup dalam sebuah cerita, yang mana jika sampeyan menanamkan sugesti, sampeyan adalah tokoh utama dalam rentetan masalah, konflik, suka, duka dan lain-lain yang sampeyan hadapi setiap hari. Dan semuanya berjalan begitu saja. Sampeyan tidak bisa mengelak dan satu-satunya hal yang bisa sampeyan lakukan adalah menjalaninya.

Dan cerita tanpa konflik hanyalah sampah belaka. Tidak ada daya tarik, tidak ada tantangan. Padahal, masalah itu sendiri seringkali bertindak sebagai batu loncatan untuk menjadi lebih baik. Meski begitu, saya juga tidak menginginkan masalah, tapi juga berusaha untuk tidak mengeluh ketika mendapatkannya.