Langsung ke konten utama

Postingan

Pendukung Seutuhnya

Tadi malam adalah final liga champions yang mempertemukan Liverpool dan Real Madrid. Sama-sama klub yang luar biasa yang juga punya pendukung fanatik di seluruh dunia. Maka, bisa dibilang, pertandingan tersebut adalah salah satu pertandingan yang paling bergengsi dan penuh bintang tahun ini. Tapi, sebagaimana pertandingan-pertandingan umumnya di kompetisi lain, apapaun itu, apalagi di partai final, tentulah harus ada yang menang dan kalah. Dan tadi malam, publik Liverpool harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 1-3, serta kemenangan tersebut mengantarkan Real Madrid menjadi juara UCL yang ke-13 dan menjadi klub pertama yang menjuarai ajang tersebut tiga tahun beruntun. Luar biasa.

Universe Goes to Ngayogyakarta Part 4: Hmm Yummy dan Tragedi Kram

Cerita sebelumnya: Universe Goes to Ngayogyakarta Pertunjukkan selesai dan syukur penampilan kelas berjalan dengan cukup baik. Selanjutnya ada acara semacam penghormatan pada guru-guru yang telah mengajar kami, dengan memberikan beberapa bunga. Sebelum itu, di proyektor dekat panggung, sebuah video tentang sekolah ditampilkan. Beberapa siswa dan guru mendapat jatah untuk menyampaikan kesan dan pesan. Saya sendiri Alhamdulillah, tidak ada di video tersebut. Setelah penayangan video, acara pemberian bunga dimulai kemudian lagu milik Ipang berjudul Sahabat Kecil diputar. Suasana riuh, sedih, dan teletubbies. Berpelukan maksud saya. 

Kenapa Saya Enggan Memelihara Hewan

How cute! Sumber: amazine.co Mari berdiskusi. Kalian tak harus sepaham, saya takkan memaksa, dan semuanya akan baik-baik saja nantinya. Sebab kebanyakan masalah yang terjadi saat ini berakar pada perbedaan pendapat dan pihak-pihak yang berseteru memaksa lawannya untuk menyetujui pendapatnya, begitupun sebaliknya. Padahal, seperti yang dikatakan Albert Einstein, yang menyinggung teori relativitasnya, bahwa satu-satunya yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian. Jadi, semua tak mutlak. Begitupun pendapat tersebut, kalian bisa membantahnya atau menerimanya dengan lapang dada dan hidup kalian akan berjalan seperti biasa.

[Cerpen] Kunang-Kunang dan Akhir Bahagia

Semesta sedang mengejekku. Tak ada senja kali ini, tapi itu bukan alasan kenapa aku telah menghabiskan dua gelas kopi dan beberapa batang rokok dalam beberapa jam belakangan. Ada sesuatu yang lebih serius, bahwa hari ini aku baru saja dipecat dari pekerjaanku, tepat di hari yang sama kucing peliharaanku meninggal terlindas motor di jalan depan tempat tinggalku, dan memang pantas kulampiaskan segala rasa susah dan resah di sini, di kedai kopi dekat perempatan yang ramai pengunjung namun sepi dari hingar bingar dunia. Tak ada tawa atau ceria yang terdengar dari masing-masing orang yang memutuskan untuk duduk dan minum kopi di sini. Wajah-wajah mereka murung, beberapa terlihat melamun, membuang pandangan ke luar kedai, kepada lalu lintas yang acuh. Kedai ini seperti tempat pelarian bagi orang-orang yang kesal dengan dunia dan perlu tempat untuk merenung. Karena, sejauh ini, itulah yang bisa kuamati. Dan aku, seperti yang kau tahu, adalah bagian dari mereka.

Di Tribun Sixteenagers

Elang kebanggaan. Sumber: @sixteenagers Akan terkesan sombong dan bodoh kalau saya memukul rata bahwa semua yang membaca tulisan ini tahu apa itu sixteenagers. Oleh sebab itu, ada baiknya saya berikan sedikit penjelasan tentang nama itu. Sixteenagers adalah sebutan bagi siswa dan siswi SMA Negeri 16 Surabaya. Lebih spesifik lagi, pendukung segala macam perlombaan yang diikuti oleh sekolah. 

Ucap Ultah

Biasanya saya menulis tentang hari ulang tahun saya tepat hari itu juga, kali ini saya baru membahasnya tujuh hari kemudian dan tidak ada yang peduli akan hal itu, saya tahu. Karena memang tulisan ini sebenarnya tidak ditulis atas dasar menyenangkan pembaca atau siapapun sampeyan, melainkan sebagai catatan pribadi tentang hari ulang tahun saya dari tahun ke tahun, yang sejujurnya tak ada perbedaan yang mencolok. Alasannya adalah karena ingatan manusia lambat laun kian melemah, dan sepertinya tempat ini akan menyimpannya untuk jangka waktu yang panjang, sehingga suatu saat nanti ketika saya punya waktu dan ingin mengingat bijaknya saya waktu masih muda, saya bisa kembali ke sini dan menyesali betapa bodohnya saya yang dulu.

Lebih Baik Tidak Lebih Baik

Ayolah, jangan terlalu memikirkan mengenai judul diatas, masih banyak hal lain yang lebih pantas untuk diberi waktu. Karena saya sendiri, terus terang, agak bingung dengan judul tersebut dan itulah yang kebanyakan orang media lakukan. Membuat judul artikel semenarik mungkin, bahkan ada yang cenderung tabu dan membingungkan, clickbait istilahnya, hanya untuk mendapatkan banyak pembaca. Dan, ya, jika sampeyan bisa sampai ke sini maka saya telah berhasil meniru media.