Langsung ke konten utama

[Puisi] Perempuan



Rsbdaudawkn7e12esandnasdjnsdlsm dajsjd

Usjdbbsydwvdm sd6227diamalsmsva sb

Mwhdvymcsd8ashdni2n9uian dbudfgg88ndsk

Isbd7gab2jHJGASjaishdnsj000sdskdnsdns

Tisaidnsdamndkajnasjdausbhdfwuenfnb hvdsyvdysddsdb

Kau ada dalam awal, hilang menembus akal.


Baca Juga : [Puisi] Wanita Dan Seekor Kuda

Komentar

  1. Ampuniku, memahami ini aku tak sanggup.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya mudah sekali untuk memahaminya. Sampeyan hanya perlu menggunakan segala indra yang sampeyan punya, kemudian mandi kembang tujuh rupa.

      Hapus
  2. ini apa :(. wanita emang susah dimengerti ya .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, begitulah. Tapi, teka-teka selalu menimbulkan rasa penasaran untuk menyelaminya lebih dalam.

      Hapus
  3. Puisinya........... luar biasa mas. Sesulit inikah wanita dimengerti. hiiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sudah tahu kalau saya punya bakat menjadi penyair.

      Hapus
  4. serumit inikah perempuan?
    sampai-sampai para perempuan pun pasti merasa rumit sendiri membaca postingan ini -__-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya demikian. Terima kasih sudah berkunjung:D

      Hapus
  5. HAHAHAHAHA tolong aku langsung pengen ketawa begitu lihat (bukan baca) 'puisi'nya :)))))

    BalasHapus
  6. perempuan itu mahluk yang membingungkan dan sulit dipahami

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tiga Pilihan Presiden Indonesia, Siapa Bisa Dipercaya?

Tidak ada. Politisi semestinya tidak diberi kepercayaan utuh – sebagus apapun kinerjanya di masa lalu dan rencana-rencana yang diwacanakan untuk masa depan. Ia patut untuk terus dicurigai, dikritik, dan dituntut atas kekuasaan yang akan/telah dimilikinya. Lord Acton, guru besar Universitas Cambridge, pernah bilang: power tends to corrupt and absolute power corrupt absolutely . Kekuasaan itu cenderung korup dan kekuasaan yang absolut cenderung akan korup secara absolut. Kabar baiknya, rakyat punya hak untuk terus mengawasi kekuasaan yang telah dimandatkan pada penguasa. Hal itu dijamin undang-undang. Tapi, hal itu tidak akan terjadi jika penguasa tidak memberi ruang untuk dikritik tuannya dan melihat segala bentuk kritik sebagai ancaman atas kekuasaannya. Seorang teman pernah bilang kalau saja saya tahu orang-orang di balik ketiga pasangan dari capres dan cawapres yang tersedia ditambah lagi rekam jejak yang menyertai mereka, saya pasti takut dan enggan untuk memihak ketiga...

Remeh Temeh

Lama sekali, ya. Sejak terakhir kali saya mempubplikasikan tulisan yang terkesan begitu menggurui soal berkarya, baru kali ini saya kembali untuk memperbarui beberapa hal. Saya memutuskan untuk mengganti icon blog—yang dulu saya buat sekenanya dengan photoshop waktu SMA. Meski begitu, saya sangat bangga, walau hanya inisial nama dengan background warna biru saja—dan mencoba menulis tentang sesuatu, sebuah remeh-temeh, perwujudan tanda bahwa orang yang menulis di blog ini masih hidup dan baik-baik saja, semoga.

Hari Lahir dan Kaleidoskop 2018

Tidak ada yang menyuruh sampeyan membaca tulisan ini. Baca tulisan yang lain saja. Hush. Sebelumnya, tulisan tentang hari kelahiran saya selalu berisi dengan hal-hal yang berkaitan dengan apa saja yang saya lakukan sebagai perayaan atas munculnya saya di dunia, kemudian saya sadar bahwa hampir tiap tahun semuanya tak jauh berbeda. Tidak ada kejutan, kue, badut, dan hal kekanak-kanakan lainnya. Tak apa.  Oya, saya sedang flu dan agak pusing ketika menulis postingan ini, jadi saya punya alasan, selain saya memang begini adanya, jika sampeyan menemukan kata-kata atau kalimat yang membingungkan. Maafkan. Lagipula, tidakkah sampeyan punya aktivitas lain yang lebih bermanfaat ketimbang membuang-buang waktu dan kuota, barangkali, pada hal yang sama sekali tidak memengaruhi hidup kalian.